MENDORONG KEBIJAKAN PENGOLAHAN SAMPAH BERBASIS RDF STUDI KASUS: KOTA SIDOARJO, JAWA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.55651/niagara.v17i2.308Keywords:
Kebijakan, Pengolahan Sampah, RDFAbstract
Pada tahun 2023, Indonesia menghasilkan sekitar 104.921,12 ton sampah per hari, dengan Provinsi Jawa Timur menyumbangkan 16.759,51 ton, termasuk 878,60 ton per hari dari Kabupaten Sidoarjo. Tantangan utama dalam pengelolaan sampah adalah tercampurnya sampah organik, anorganik, dan residu, yang memperlambat proses pengolahan. Sampah di Sidoarjo didominasi oleh limbah organik (70,30%) dengan kadar air tinggi (77%), serta sampah plastik sebesar 11%. Teknologi pengolahan yang ada, seperti mesin dari Komptech Austria dan PT Bangga Indonesia Mulia (BIM), hanya mampu beroperasi dengan efisiensi rata-rata 26,02% akibat kekurangan fragmen sampah yang memadai.
Penelitian ini kebijakan pengolah sampah baru yang dilakukan PT BIM dengan kapasitas 4 ton per jam yang dilengkapi dengan Pengering organik, menggabungkan mesin spinner dan rotary Dryer. Sampah organik dikeringkan pada suhu ≥70°C selama 24 jam, sementara sampah plastik yang telah dicacah dikeringkan melalui proses semburan udara panas dan dipisahkan berdasarkan berat jenis. Teknologi ini mampu mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dalam waktu 24 jam, dengan kandungan udara sebesar 25%. RDF berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif di industri semen, PLTSA, dan daur ulang. Teknologi ini menawarkan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah, mengurangi volume limbah secara signifikan, dan mendukung pengembangan energi terbarukan.
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan contoh untuk selanjutnya diterapkan sebagai kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengelola sampah di wilayahnya masing-masing. Pengolahan sampah saat ini masih menjadi permasalahan besar yang dihadapi pemerintah daerah, dan masih mengandalkan tempat pembuangan sampah sebagai solusinya. Pengolahan sampah menjadi RDF perlu didorong agar menjadi kebijakan utama dalam pengolahan sampah selain menghasilkan bahan bakar, teknologi ini tidak memerlukan tempat yang luas dalam pelaksanaannya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 NIAGARA Scientific Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
















