KOLABORASI DINAS PARIWISATA DAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA PANTAI CARITA
DOI:
https://doi.org/10.55651/niagara.v17i2.276Keywords:
kolaborasi, pariwisata, masyarakat lokal, Pantai Carita, governanceAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang dan masyarakat lokal dalam pengembangan wisata Pantai Carita. Pantai Carita merupakan salah satu destinasi unggulan di Provinsi Banten yang memiliki potensi wisata bahari yang besar. Namun pengelolaan wisata di kawasan ini belum menunjukkan hasil yang optimal, ditandai dengan banyaknya kunjungan wisatawan dan belum meratanya manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak Dinas Pariwisata, pelaku usaha lokal, tokoh masyarakat, dan pengelola wisata di sekitar Pantai Carita. Teori utama yang digunakan adalah Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008), yang menekankan pentingnya partisipasi, kepercayaan, dan forum dialog dalam kolaborasi lintas aktor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi yang terjalin masih bersifat sementara dan belum terstruktur secara kelembagaan. Peran Dinas Pariwisata cenderung dominan dalam pengambilan keputusan, sementara partisipasi masyarakat masih terbatas pada aspek operasional. Hambatan utama dalam kolaborasi meliputi kurangnya komunikasi yang berkelanjutan, rendahnya kapasitas masyarakat, dan belum adanya forum koordinasi tetap. Meski demikian, terdapat peluang besar untuk memperkuat kolaborasi melalui pembentukan kelembagaan lokal seperti Pokdarwis dan BUMDes wisata, serta optimalisasi promosi berbasis komunitas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 NIAGARA Scientific Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
















